Surabaya (26/3). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyatakan, rangkaian kegiatan Ramadan warga LDII di seluruh Indonesia berjalan sukses. Ia juga berharap, kegiatan Ramadan yang diinisiasi warga LDII memberikan dampak positif, tidak hanya dalam peningkatan ibadah, tetapi juga dalam memperkuat moderasi beragama serta peran generasi muda.
“Alhamdulillah, kegiatan Ramadan tahun ini berjalan dengan baik di seluruh Indonesia. Saya mengapresiasi keterlibatan pengurus dan warga LDII dari pusat hingga pimpinan anak cabang (kelurahan). Ini menunjukkan bahwa warga LDII mampu menjalankan ibadah secara optimal sekaligus berkontribusi dalam menjaga kerukunan, kebersamaan dan memberi manfaat di tengah masyarakat,” ujar KH Chriswanto Santoso.
Ia menegaskan, berbagai kegiatan seperti pembagian takjil gratis untuk membantu para pengendara yang berpuasa, juga bertujuan mengasah kepedulian sosial generasi muda. Agar mereka berbagi tanpa membedakan latar belakang. Kegiatan ini sekaligus memperkuat nilai moderasi beragama yang mengedepankan toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati.
Selain itu, program “5 Sukses Ramadan” terus menjadi pedoman utama warga LDII dalam meningkatkan kualitas ibadah, yang meliputi sukses puasa, sukses salat tarawih, sukses membaca (tadarus) Al Quran, sukses meraih Lailatul Qadar, dan sukses menunaikan zakat fitrah, “Program ini bukan hanya mendorong peningkatan ibadah secara individu, tetapi juga membangun karakter umat yang disiplin, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” jelasnya.
KH Chriswanto juga menyoroti peran aktif generasi muda LDII dalam menyukseskan berbagai kegiatan Ramadan, mulai dari distribusi takjil, pengelolaan kegiatan masjid, hingga keterlibatan dalam tarawih keliling, “Generasi muda LDII menjadi motor penggerak di lapangan. Ini sangat penting sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi penerus yang tidak hanya religius, tetapi juga peka, adaptif dan peduli terhadap lingkungan sosialnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, kegiatan tarawih keliling yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam menjadi simbol kuat sinergi dan persatuan umat, “Kami terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan ormas Islam lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga keutuhan bangsa,” tambahnya.
Ia berharap, semangat Ramadan yang telah terbangun dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat persatuan nasional. “Nilai-nilai Ramadan harus menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan moderasi beragama, kita optimistis dapat menjaga harmoni dan membangun bangsa yang lebih baik,” tutup KH Chriswanto Santoso.
Senada dengan arahan Ketua Umum DPP LDII, Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Wijiyanto, SE, menegaskan bahwa semangat moderasi dan kepedulian sosial tersebut diimplementasikan secara konkret di wilayah Kabupaten Tegal. Menurutnya, Ramadan tahun ini menjadi momentum bagi warga LDII Tegal untuk terjun langsung meringankan beban sesama melalui berbagai aksi kemanusiaan.
“Kami di Kabupaten Tegal menerjemahkan instruksi pusat dengan aksi nyata di lapangan. Selain fokus pada ibadah secara personal, kami juga bergerak dalam bakti sosial seperti pembagian paket sembako untuk warga kurang mampu serta pembagian takjil gratis di beberapa titik strategis bagi para pengguna jalan,” ujar Wijiyanto.
Selain kegiatan rutin tahunan, LDII Kabupaten Tegal tahun ini memberikan perhatian khusus pada aspek kemanusiaan dengan memberikan santunan kepada para korban bencana alam di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

“Kami merasa prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Padasari. Melalui bantuan ini, kami ingin menunjukkan bahwa moderasi beragama itu bukan sekadar teori, tapi soal empati dan aksi nyata. Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat Tegal, terutama saat mereka menghadapi masa sulit di bulan yang suci ini,” tambah Wijiyanto.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan pemuda LDII Tegal dalam penyaluran bantuan di Desa Padasari bertujuan untuk melatih mentalitas tanggap bencana sejak dini. Wijiyanto berharap kolaborasi antara ormas, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga stabilitas sosial dan kesejahteraan warga Kabupaten Tegal.

1 comment
Alhamndulilah, LDII untuk bangsa