Kab Tegal (09/02) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tegal terus menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan nyata selama Januari–Februari 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui program restorasi sungai yang mengombinasikan solusi berbasis alam dan pendekatan teknis guna mengatasi banjir dan erosi di bantaran sungai.
LDII melalui Pimpinan Cabang (PC) Dukuhwaru dan PC Balapulang menerapkan solusi berbasis alam dengan penanaman vegetasi di area rawan erosi. Metode ini dinilai ramah lingkungan karena akar tanaman mampu memperkuat struktur tanah sekaligus meningkatkan daya serap air.
Kegiatan bertajuk #Generus Menanam Pohon tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2025 dan berlanjut hingga tahun ini. Selain bertujuan mencegah banjir dan erosi, program ini juga dimaksudkan untuk menanamkan rasa peduli dan cinta lingkungan kepada generasi muda LDII.
Ketua PC LDII Dukuhwaru, H. Rimono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari delapan bidang pengabdian LDII, khususnya poin keenam tentang Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup.
“Program generasi muda menanam pohon ini merupakan bentuk kontribusi nyata LDII dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 80 pohon telah ditanam di lingkungan Masjid LDII Desa Blubuk serta di bantaran sungai sepanjang jalan raya Blubuk yang merupakan jalan kabupaten. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua RT dan RW setempat, Tawid AW dan Tohari, serta Pemerintah Desa Blubuk.
Sementara itu, untuk wilayah dengan risiko banjir yang lebih tinggi, LDII Kabupaten Tegal juga melakukan pendekatan teknis berupa penguatan fisik bantaran sungai. Di wilayah Balapulang, LDII berkontribusi dalam pembangunan talud dan dinding penahan tanah (sheet pile) berbahan beton di sungai perbatasan antara Desa Balapulang Wetan dan Desa Pamiritan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang setiap tahun terdampak banjir. Dengan adanya penguatan bantaran sungai, aliran air diharapkan dapat dikendalikan sehingga tidak meluap ke permukiman warga.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua RT 01/02, Firdaus, serta warga sekitar. Dalam kesempatan terpisah, Ketua PC LDII Balapulang, Sodikun, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi LDII bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk LDII untuk Bangsa sekaligus implementasi nilai budi luhur yang tertanam dalam 29 Karakter Luhur warga LDII,” ungkapnya.
Melalui kombinasi pendekatan alami dan teknis tersebut, LDII Kabupaten Tegal berharap dapat berperan aktif dalam menjaga keseimbangan ekologi sungai sekaligus membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana banjir di wilayah Kabupaten Tegal.
