Kab Tegal (27/06) – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Tegal resmi menggelar Pelatihan Ecoprint ramah lingkungan guna mendorong kemandirian ekonomi umat dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Kegiatan yang menyasar kalangan perempuan dan generasi muda ini dipusatkan di Masjid Al Huda Manshurin, Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, pada Sabtu (27/6/2026).
Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Wijiyanto, S.E., menjelaskan bahwa pelatihan kerajinan ini bukan sekadar ajang mengasah kreativitas, melainkan implementasi nyata dari delapan program kerja utama LDII di bidang pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan memproduksi tekstil bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan pewarna alami dan serat daun tanpa merusak ekosistem.
“Kami berkomitmen memberikan bekal keterampilan (hard skill) yang konkret bagi warga, khususnya ibu-ibu majelis taklim dan remaja putri. Kerajinan ecoprint memiliki potensi pasar yang sangat terbuka, sekaligus melatih kita semua untuk menerapkan pola hidup ramah lingkungan karena menggunakan bahan baku alam dengan prinsip nihil limbah (zero trash),” ungkap Wijiyanto saat membuka acara di aula kompleks masjid.
Pelatihan yang berlangsung intensif ini dipandu oleh instruktur berpengalaman di bidang seni kain botani, Dwimaya Mardelia Winarni, S.P.. Para peserta diajarkan teknik-teknik dasar ecoprint secara runut, mulai dari proses mordanting (pembersihan kain dari zat kimia kain pabrikan), penataan komposisi dedaunan dan bunga di atas kain, teknik pounding (ketukan), hingga metode pengukusan (steaming) untuk memfiksasi zat warna alami tanaman agar melekat kuat pada serat kain. Media yang digunakan pun beragam, mulai dari jilbab, tas kain (totebag), hingga lembaran kain katun siap jahit.
Dwimaya berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan semata. “Harapannya, ilmu yang didapat hari ini dapat terus dipraktikkan, dikembangkan, bahkan ditularkan kepada masyarakat lainnya sehingga mampu menciptakan produk-produk lokal yang berkualitas, berdaya saing, dan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan,” tutur Dwimaya.

Selain berfokus pada teknik produksi, panitia juga membekali peserta dengan materi manajemen usaha mikro serta literasi pemanfaatan ekosistem digital untuk memasarkan produk. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan wirausahawan baru yang mandiri dari lingkungan warga LDII di Kabupaten Tegal, sejalan dengan program pembinaan kemandirian yang digalakkan organisasi secara berjenjang.
Acara ditutup dengan pameran hasil karya kain ecoprint yang langsung dibuat oleh para peserta selama pelatihan berlangsung. Kegiatan berjalan tertib dan mendapat antusiasme tinggi, menjadi ruang belajar alternatif yang produktif bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas di wilayah Kecamatan Pangkah dan sekitarnya.

1 comment
Semoga menjadi awal sukses dunia dan akhirat